Pelatih India: Sulit Capai Level Hendra/Ahsan, Kalau Hidup Berantakan

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjalani musim yang sangat luar biasa sepanjang 2019. Mereka sebelas kali menembus final dan meraih empat trofi.

Tiga gelar di antaranya adalah ajang raksasa yakni All England, Kejuaraan Dunia, dan turnamen puncak akhir tahun alias BWF World Tour Finals 2019.

Hendra/Ahsan adalah ganda putra pertama dalam sejarah yang sukses memborong tiga gelar besar itu dalam setahun.

Sepanjang 2019, kalau sudah berhasil menjejak semifinal, Hendra/Ahsan tidak pernah kalah. Mereka selalu berhasil mencapai babak puncak. Namun, rekor itu patah pada turnamen pembuka 2020, Malaysia Masters.

Pada kejuaraan berlabel Super 500 itu, The Daddies terhenti di semifinal. Mereka kalah dari ganda nomor satu Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen dalam tiga game yang berlangsung luar biasa ketat, 20-22, 21-19, dan 22-24.

Pertandingan yang berjalan sangat menarik dan menegangkan itu berlangsung dalam tempo persis 1 jam.

Hari ini (15/1), Hendra/Ahsan akan memulai perjuangannya pada ajang Super 500 lainnya, Indonesia Masters 2020. Bermain di kandang sendiri, Istora Senayan, Jakarta, Hendra/Ahsan akan menghadapi lawan berat yakni ganda putra nomor satu India Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy.

Rekor pertemuan mereka sama kuat, 1-1. Namun, pada duel terakhir di babak kedua French Open 2019, Hendra/Ahsan kalah dalam rubber game dengan skor 18-21, 21-18, dan 13-21.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »